Fiqih

Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya

Pengobatan adalah salah satu dari beberapa kebutuhan manusia. Salah satu bentuk pengobatan alternatif dan murah, adalah dengan pemijatan. Penyedia jasa pijat tidak hanya dari kaum laki-laki, akan tetapi juga dari kaum perempuan.
Namun, bagaimana pandangan fiqih tentang pengobatan dengan pijat yang dilakukan seorang laki-laki terhadap perempuan, atau tukang pijat perempuan memijat laki-laki?
Boleh, seorang tukang pijat laki-laki memijat perempuan, atau tukang pijat perempuan memijat laki-laki, asalkan dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Harus didampingi dengan mahram, atau suami, istri, atau dua orang perempuan yang bisa dipercaya.
2. Tidak ada penyedia jasa pemijat yang benar-benar ahli dibidangnya yang berjenis kelamin yang sama dengan pasien (pasien laki-laki dan pemijatnya juga laki-laki, atau sebaliknya)
وَمِنْهَا: يَجُوْزُ النَّظْرُ وَالْمَسُّ لِلْفَصْدِ وَالْحِجَامَةِ وَمُعَالِجَةِ الْعِلَّةِ، وَلَيَكُنْ ذَلِكَ بِحُضُوْرِ مَحْرَمٍ أَوْ زَوْجٍ، وَ يُشْتَرَطُ فِيْ جَوَازِ نَظْرِ الرَّجُلِ إِلَى الْمَرْأَةِ لِهَذَا أَنْ لَا يَكُوْنَ هُنَاكَ امرأة تعالج، وَفِيْ جَوَازِ نَظْرِ الْمَرْأَةِ إِلَى الرَّجُلِ، أَنْ لَا يَكُوْنَ هُنَاكَ رجل يعالج (روضة الطالبين، ج 1، ص 1173)
لَا نَظَرَ لِحَاجَةٍ كَمُعَامَلَةٍ وَشَهَادَةٍ وَتَعْلِيْمٍ وَحَيْثُ حَرَمَ نَظْرٌ حَرَمَ مَسٌّ وَيُبَاحَانِ لِعِلَاجٍ كَفَصْدٍ بِشَرْطِهِ وَلِحَلِيْلِ إِمْرَأَةٍ نَظَرَ كُلُّ بَدَنِهَا بِلَا مَانِعٍ لَهُ كَعَكْسِهِ (فتح الوهاب، ج ٢، ص ٣٢)
(وَيُبَاحَانِ) أي النَّظْرُ وَاْلمَسُّ (لِفَصْدٍ) وَحِجَامَةٍ وَعِلَاجٍ لِلْحَاجَةِ لَكِنْ بِحَضْرَةِ مَانِعِ خَلْوَةٍ كَمَحْرَمٍ أَوْ زَوْجٍ أَوْ اِمْرَأَةٍ لِحَلِّ خَلْوَةِ رَجُلٍ بِامْرَأَتَيْنِ ثِقَّتَيْنِ يَحْتَشِمُهُمَا (تحفة المحتاج على شرح المنهاج، ج ٣، ص ١٧٨)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Laki-Laki Memijat Perempuan Lain, Atau Sebaliknya"

Post a Comment