Fiqih

Zakat (Pengertian, Pembagian & fungsi)

Pengertian Zakat
Zakat adalah mengeluarkan sebagian harta untuk diberikan pada yang berhak menerima zakat. Dalam literatur fiqih pada bab zakat para ulama’ madzhab sepakat bahwa golongan orang-orang yang berhak menerima zakat ada delapan, antara lain:

1. Fakir, yaitu orang yang selalu tidak mampu memenuhi kebutuhan makan dalam sehari.
2. Miskin, yaitu orang yang kurang bisa memenuhi kebutuhan, tetapi masih bisa mengusahakan.
3. Amil, yaitu orang yang diberi tugas untuk mengelola zakat.
4. Mu’allaf, yaitu orang yang baru masuk Islam.
5. Budak, yang melakukan penebusan dirinya untuk merdeka.
6. Ghorim, yaitu orang yang terbebani banyak hutang melebihi jumlah hartanya.
7. Sabilillah, yaitu orang yang berperang di jalan Allah, meskipun kaya.
8. Ibnu Sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal selama dalam perjalanan dengan tujuan baik.
Hal ini diterangkan dalam kitab Tanwir al-Qulub halaman 226. 

Pembagian Zakat
Zakat ada dua macam:
1.Zakat mal (zakat harta)
2.Zakat fitrah

Jenis barang yang wajib dikeluarkan zakatnya ada 5 macam:
1.Hewan ternak, seperti kambing, sapi, unta
2.Emas dan perak
3.Hasil pertanian, seperti padi, kedelai, kacang dan lain lain
4.Hasil pertanian, Seperti jenis buah-buahan
5.Harta yang diperdagangkan.

Fungsi Zakat
Fungsi zakat adalah sebagai berikut:
1.Ibadah maaliyah (yang berhubungan dengan harta)
2.Membersihkan harta dan jiwa
3.Menjuhkan diri dari siksa api neraka

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fiqih Wadhih;
اَلزَّكاَةُ عِباَدَةٌ مَالِيَةٌ يَتَقَرُّبُهَا اْلعَبْدُ اِلىَ خاَلِقِهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِذَا اَدَاهَا كاَمِلَةً عَلَى وَجْهِهَا الصَّحِيْحُ رَاضِيَةً بِهَا نَفْسُهَا مُبْتَغِيًّا بِهَا وَجْهَ رَبِّهِ تَعَالَى غَيْرَ مُرَاءٍ بِهَا النَّاسَ كاَنَ سَبَباً فِى نَجَاتِهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَدُخُوْلِهِ الْجَنَّةَ كَماَ صَرَحَتْ بِهَا اْلاَيَاتُ اْلقُرْاَنِيَّةُ وَاْلاَحاَدِيْثُ النَّبَوِيَّةُ. (الفقه الواضح من الكتاب والسنة، ج 1 ص 464) 
Zakat merupakan ibadah malliyah yang dapat dijadikan oleh seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada sang khalik azza wajalla. Jika seorang hamba menunaikannya dengan sempurna, sesuai dengan aturan yang benar, ikhlas dan hanya mencari ridla Allah Swt., tidak ada maksud ingin dipuji orang, maka akan menjadi sebab terbebasnya dari adzab api neraka, dan masuk ke dalam surga, sebagaimana telah ditegaskan ayat al-Qur’an dan hadits Nabi. (al-Fiqih al-Wadhih min al-Kitab wa as-Sunnah, juz 1, hal.464)
Dan juga dijelaskan dalam hadits Sahih Bukhari;
عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ حِيْنمَاَ بَعَثَهُ إِلَى اْليَمَنِ: فَاعْلَمْهُمْ أَنَّ اللهَ اِفْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ اَغْنِياَئِهِمْ فَتُرَدَّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ. (صحيح البخاري رقم 1308)
Diriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa Nabi bersabda kepada Mua’adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman (Wahai Mu’adz) beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah Swt. mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir diantara mereka. (Sahih Bukhari, [1308])
Dengan demikian dapat kita pahami bahwa zakat adalah sebagai sarana untuk membangun hubungan rohani dengan Allah Swt. (hablun min Allah) dan juga terdapat aspek sosial (hablun min an-nas) yang terletak pada semangat kepedulian sosial yang menjadi misi utama ibadah ini, yakni zakat diwajibkan kepada orang-orang yang memiliki harta lebih dan diperuntukkan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zakat (Pengertian, Pembagian & fungsi)"

Post a Comment